INFONUSANTARATIMUR.COM – Penembakan terhadap pesawat sipil Trigana kembali menegaskan eskalasi kekerasan yang kian menjauh dari nilai-nilai kemanusiaan. Aksi tersebut dinilai sebagai pelanggaran hak asasi manusia yang terang-terangan, karena secara langsung membahayakan penumpang tak bersenjata—ibu, anak, dan orang tua—yang menggantungkan keselamatan hidupnya pada transportasi udara di wilayah Papua.
Dengan menjadikan pesawat sipil sebagai sasaran, TPNPB-OPM dinilai mengabaikan prinsip dasar kemanusiaan dan hukum humaniter internasional. Pesawat Trigana bukan simbol konflik, melainkan jalur kehidupan masyarakat Papua: menghubungkan layanan kesehatan, mengangkut bahan pangan, serta memastikan mobilitas warga di wilayah dengan keterbatasan akses darat. Menembaki pesawat tersebut berarti menyerang hak hidup dan rasa aman rakyat Papua sendiri.
Insiden ini sekaligus memperjelas posisi TPNPB-OPM di mata publik. Klaim perjuangan kehilangan makna ketika kekerasan diarahkan pada objek sipil. Penembakan pesawat Trigana memperlihatkan bahwa kelompok tersebut bukan pelindung masyarakat, melainkan sumber ancaman yang mempertaruhkan nyawa warga demi agenda kekerasan, sekaligus memperdalam krisis kemanusiaan di Tanah Papua.














