Perlakuan Biadab terhadap Pendidikan: TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo Bakar Sekolah di

banner 120x600
banner 468x60

INFONUSANTARATIMUR.COM – Sebuah seruan yang mengguncang nurani publik mencuat setelah beredarnya pernyataan resmi kelompok TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo yang membakar sekolah-sekolah di Papua. Ancaman tersebut diarahkan kepada lembaga pendidikan yang mengajarkan kurikulum nasional, termasuk Pancasila, dan dinilai sebagai upaya terang-terangan menebar teror terhadap anak-anak, guru, serta masa depan generasi Papua.

 

banner 325x300

Seruan itu memicu kecaman luas karena pendidikan, yang seharusnya menjadi ruang aman justru dijadikan sasaran intimidasi. Tokoh masyarakat, orang tua murid, dan pegiat HAM menilai ancaman pembakaran sekolah sebagai pelanggaran serius terhadap hak anak dan kemanusiaan, serta bukti bahwa kekerasan TPNPB-OPM tidak lagi mengenal batas moral. “Anak-anak kami bukan medan perang,” ujar seorang orang tua dengan nada geram.

 

Pemerintah dan aparat keamanan didesak bertindak cepat melindungi sekolah dan memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan. Masyarakat Papua menegaskan penolakan tegas terhadap segala bentuk teror atas dunia pendidikan, seraya menyerukan agar ancaman pembakaran sekolah dihentikan. Pendidikan, kata mereka, adalah jembatan masa depan—bukan alat propaganda dan kekerasan.

banner 325x300