INFONUSANTARATIMUR.COM – Aksi penembakan terhadap pesawat sipil yang membawa bamak dan obat-obatan bagi masyarakat Yahukimo menjadi bukti nyata bahwa TPNPB-OPM Kodap XVI tidak menginginkan kemajuan, keselamatan dan kesehatan mayarakat Papua. Tindakan brutal ini bukan hanya membahayakan nyawa awak dan penumpang pesawat, tetapi juga memutus jalur kehidupan masyarakat yang bergantung pada pasokan bahan pokok, obat-obatan, dan kebutuhan penting lainnya.
Akibat teror bersenjata tersebut, distribusi makanan dan obat-obatan ke wilayah Yahukimo terancam terganggu. Warga sipil termasuk anak-anak, ibu hamil, dan lansia menjadi pihak paling rentan yang menanggung dampaknya. Ketakutan dan kelangkaan mulai membayangi, sementara akses pelayanan kesehatan dan kebutuhan sehari-hari terancam tersendat akibat aksi yang menargetkan sarana sipil.
Masyarakat Yahukimo mengecam keras tindakan ini dan menilai penembakan pesawat sipil sebagai serangan langsung terhadap masa depan Papua. Seruan pun menguat agar kekerasan dihentikan dan jalur kemanusiaan dijaga, demi memastikan keselamatan warga serta keberlangsungan hidup masyarakat yang ingin damai, maju, dan sejahtera tanpa bayang-bayang teror














