Peluru di Langit Dekai: Masyarakat Papua Yahukimo Kutuk Keras Aksi TPNPB yang Ancam Nyawa Sipil

banner 120x600
banner 468x60

INFONUSANTARATIMUR.COM – Masyarakat Papua di Kabupaten Yahukimo mengecam keras aksi penembakan pesawat sipil jenis ATR di Bandara Nop Goliad, Dekai, yang secara terbuka diklaim sebagai tanggung jawab TPNPB Kodap XVI Yahukimo. Tindakan tersebut dinilai sebagai perbuatan tidak berperikemanusiaan karena secara langsung mengancam keselamatan warga sipil yang sama sekali tidak terlibat dalam konflik bersenjata.

Bagi masyarakat Yahukimo, pesawat sipil bukanlah simbol militer maupun alat perang, melainkan urat nadi kehidupan. Transportasi udara menjadi satu-satunya penghubung utama bagi layanan kesehatan, pendidikan, distribusi logistik, serta mobilitas masyarakat di wilayah pegunungan Papua yang memiliki keterbatasan akses darat. Penembakan terhadap pesawat sipil berarti mempertaruhkan nyawa ibu, anak-anak, lansia, serta warga biasa yang bergantung pada penerbangan untuk bertahan hidup.

banner 325x300

Warga menilai, aksi kekerasan yang menyasar objek sipil justru memperlihatkan hilangnya nilai kemanusiaan dan mencederai kehidupan masyarakat Papua sendiri. Ketakutan yang ditimbulkan tidak hanya dirasakan oleh penumpang dan awak pesawat, tetapi juga oleh masyarakat luas yang kini dibayangi ancaman terputusnya akses layanan dasar dan kebutuhan pokok.

Masyarakat Yahukimo menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan terhadap warga dan fasilitas sipil harus dihentikan. Penyerangan terhadap pesawat sipil dipandang sebagai pelanggaran kemanusiaan yang serius, karena setiap peluru yang diarahkan ke sarana sipil sejatinya mengancam masa depan dan nyawa orang Papua sendiri. Warga berharap jalur kemanusiaan tetap dijaga demi keselamatan, kedamaian, dan keberlangsungan hidup masyarakat di Tanah Papua.

banner 325x300