Kisah Tinus Wetipo: Dari Gerobak Sampah Menjadi Kedai Kopi yang Menghidupkan Harapan di Papua Pegunungan

banner 120x600
banner 468x60

INFONUSANTARATIMUR.COM – Di tengah dinginnya udara Wamena, sebuah gerobak sederhana berdiri seperti cahaya kecil yang menolak padam. Dari benda bekas, lahirlah sebuah kedai kopi yang kini menjadi simbol keteguhan hati seorang anak Papua, Tinus Wetipo.

 

banner 325x300

Dengan pendidikan yang terhenti di kelas 4 SD dan tanpa pekerjaan tetap, Tinus menolak menyerah pada keadaan. Hanya bermodalkan Rp20 ribu, ia memperbaiki gerobak rusak itu dan menjadikannya tempat usaha kecil yang ia beri nama Kedai Keliling Hullkam Wana Wali.

 

“Torang hidup sekarang susah cari kerja, jadi saya mau bangun tempat sendiri,” katanya, mengenang langkah pertamanya yang penuh nekat sekaligus harapan.

 

Dari halaman rumah yang sunyi, aroma kopi hangat kini mengalir, menjadi saksi kerja keras seorang pemuda yang memilih berdiri di atas kakinya sendiri. Di tengah keterbatasan, Tinus melihat peluang dan dari peluang itu ia merajut masa depan.

 

Kedai kecil itu kini bukan sekadar tempat menjual kopi seharga Rp10 ribu. Ia adalah pengingat bahwa mimpi bisa tumbuh bahkan dari barang paling tak dianggap, bahwa harapan bisa lahir dari tumpukan sampah, dan bahwa tekad seorang anak Papua mampu menembus semua batas.

banner 325x300