INFONUSANTARATIMUR.COM – Mahasiswa/i dan rakyat Yahukimo yang tergabung dalam Front Peduli Rakyat Yahukimo di Kabupaten Jayawijaya (FPR-KJ) kembali menggelar konsolidasi ke-4 sebagai bentuk perlawanan moral terhadap kekerasan yang menimpa warga sipil. Dalam konsolidasi tersebut, FPR-KJ secara tegas mengutuk tindakan TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo yang dinilai telah melampaui batas kemanusiaan, mulai dari pembakaran sekolah dan rumah sakit hingga pembunuhan terhadap guru dan tenaga kesehatan.
FPR-KJ menilai serangkaian aksi tersebut sebagai kejahatan terhadap masa depan Papua. Pembakaran fasilitas pendidikan dan kesehatan disebut telah merampas hak dasar rakyat Yahukimo untuk belajar, berobat, dan hidup aman. Gugurnya guru dan tenaga kesehatan bukan hanya kehilangan nyawa, tetapi juga memutus harapan ribuan anak dan keluarga yang menggantungkan hidup pada layanan pendidikan dan medis.
Dalam pernyataannya, FPR-KJ menyerukan persatuan masyarakat Papua untuk menolak segala bentuk kekerasan terhadap warga sipil serta mendesak dihentikannya teror terhadap fasilitas umum. Konsolidasi ini menegaskan komitmen FPR-KJ untuk terus menyuarakan keadilan, melindungi rakyat, dan menjaga agar sekolah serta rumah sakit tetap menjadi ruang aman, bukan medan ketakutan, demi masa depan Yahukimo dan Papua.














