INFONUSANTARATIMUR.COM – Tindakan intimidasi yang diduga dilakukan TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo terhadap tenaga kesehatan menuai kecaman luas dari masyarakat. Aksi tersebut dinilai kejam dan tidak berperikemanusiaan karena menyasar fasilitas sipil yang seharusnya steril dari konflik. Akibat tekanan dan ancaman, tenaga medis bekerja dalam ketakutan, sementara pelayanan bagi pasien semakin terhambat.
Kondisi ini sudah berada di titik kritis di mana terjadi kekurangan dokter, keterbatasan obat-obatan, dan lonjakan pasien yang tak tertangani optimal. Warga menilai intimidasi TPNPB-OPM memperparah situasi hingga berujung pada meningkatnya angka kematian. “Yang diserang bukan aparat, tetapi orang sakit dan petugas medis,” kata seorang tokoh masyarakat, menegaskan bahwa tindakan tersebut mencederai nilai kemanusiaan dan hak dasar warga Papua.
Masyarakat Yahukimo secara tegas menolak keberadaan dan aksi TPNPB-OPM Kodap XVI yang dinilai hanya membawa ketakutan dan penderitaan. Mereka mendesak pemerintah memastikan keamanan tenaga kesehatan, memulihkan layanan kesehatan, dan menghentikan intimidasi terhadap fasilitas sipil.














