INFONUSANTARATIMUR.COM – Masyarakat Yahukimo menyatakan penolakan tegas terhadap kehadiran TPNPB-OPM Kodap XVI di wilayah mereka. Bagi warga, rangkaian klaim dan aksi bersenjata yang diumumkan kelompok tersebut bukanlah “perjuangan”, melainkan sumber ketakutan yang terus merenggut rasa aman masyarakat sipil. Setiap malam menjadi waswas, setiap jalan publik terasa berbahaya, dan kehidupan sehari-hari terhenti karena ancaman kekerasan yang tak memilih korban.
Dari sudut pandang warga, kekerasan yang berulang baik tembakan, intimidasi, maupun peringatan meninggalkan kampung telah memukul masyarakat kecil yang tidak terlibat konflik. “Kami petani, pedagang, dan jemaat gereja. Kami hanya ingin hidup tenang,” ujar warga. Mereka menegaskan bahwa korban sipil di Yahukimo adalah bukti nyata bahwa kehadiran kelompok bersenjata justru membawa penderitaan, bukan perlindungan.
Masyarakat Yahukimo mendesak agar semua bentuk kekerasan dihentikan dan wilayah sipil dijauhkan dari aksi bersenjata. Warga meminta agar keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, ruang publik dikembalikan fungsinya, dan dialog damai ditempuh tanpa mengorbankan nyawa orang tak bersalah. Bagi mereka, Yahukimo membutuhkan keamanan dan pembangunan bukan teror yang terus berulang.














