INFONUSANTARATIMUR.COM – Yahukimo kembali diliputi ketakutan. Di tengah klaim aksi bersenjata TPNPB-OPM terhadap aparat, kekerasan justru merembet ke warga sipil. Sebuah mobil milik masyarakat diserang di jalur umum, dan seorang anak menjadi korban luka dalam insiden tersebut. Teriakan panik dan darah di dalam kendaraan menjadi saksi bisu betapa brutalnya kekerasan yang tak mengenal batas.
Dalam perspektif hak asasi manusia, penyerangan terhadap kendaraan sipil dan melukai anak merupakan pelanggaran serius terhadap hak untuk hidup serta hak atas rasa aman, terutama hak anak yang mendapat perlindungan khusus dalam situasi apa pun. Anak tersebut tidak memiliki keterkaitan dengan konflik, namun harus menanggung dampak kekerasan bersenjata yang terjadi di ruang publik.
Peristiwa ini kembali mempertanyakan klaim perjuangan yang dikemukakan TPNPB-OPM. Ketika warga sipil menjadi korban, maka batas kemanusiaan telah dilanggar.














