1 Desember: Ketika Papua Mengajar

banner 120x600
banner 468x60

INFONUSANTARATIMUR.COM – Di tengah tawa anak-anak Papua, 1 Desember tahun ini menghadirkan makna baru di berbagai daerah di Papua. Tahun ini diisi sebagai hari untuk kembali mengajar dan hari ketika masa depan anak-anak Papua dipertaruhkan di ruang-ruang kelas darurat. Namun semangat belajar mereka tidak pernah padam. Bagi mereka, buku dan papan tulis sederhana adalah satu-satunya “kemewahan” yang tersisa.

 

banner 325x300

Kepala BPMP Papua, Junus Simangunsong, mengatakan bahwa perhatian kepada anak-anak bukan sekadar soal pendidikan dasar, tetapi menjaga agar mereka tetap merasa dilihat, dihargai, dan dicintai oleh negara. Karena itu, 1 Desember menjadi momentum kecil namun berarti bagi anak-anak, guru, relawan, dan aparat pendidikan. Mereka berdiri bersama, mengibarkan bendera Merah Putih, menyanyikan “Indonesia Raya”, membagikan buku-buku baru yang dikirimkan pemerintah.

 

Di tengah hutan, di ruangan papan, di bangunan darurat, suara anak-anak bersahut-sahutan membaca huruf demi huruf suara yang menembus sunyi konflik, menjadi pengingat bahwa masa depan Papua lahir dari ruang kelas, bukan dari kekacauan.

 

Ketika konflik merenggut banyak hal, pengajaran adalah satu-satunya perlawanan yang paling damai dan pada 1 Desember ini, Papua memilih untuk tetap mengajar.

banner 325x300