Tim Konsolidasi Solidaritas Pelajar dan Mahasiswa Papua Tengah Bantah Seruan Aksi: Pastikan Informasi yang Beredar adalah Hoaks

banner 120x600
banner 468x60

INFONUSANTARATIMUR.COM – Gelombang percakapan publik di Papua Tengah meningkat ketika sebuah seruan aksi beredar luas di media sosial dan aplikasi pesan singkat. Seruan itu mengatasnamakan Tim Konsolidasi Solidaritas Pelajar dan Mahasiswa Papua Tengah Kabupaten Nabire, dan menyebut adanya ajakan untuk “bersatu menyampaikan aspirasi” terkait isu krisis kemanusiaan serta darurat investasi dan militerisme menjelang peringatan Hari HAM Sedunia pada 10 Desember.

Pesan tersebut dengan cepat menyebar, memicu tanya di kalangan pelajar, mahasiswa, dan sebagian masyarakat yang mencoba mencari tahu kebenarannya. Namun tidak butuh waktu lama bagi Tim Konsolidasi resmi Kabupaten Nabire untuk mengeluarkan klarifikasi tegas. Dalam pernyataan mereka, tim menegaskan bahwa seruan itu tidak benar dan tidak pernah dikeluarkan oleh struktur organisasi mana pun yang berada di bawah nama mereka.

banner 325x300

“Kami tidak pernah mengeluarkan seruan seperti itu. Informasi tersebut menyesatkan dan merugikan kami,” demikian kutipan dari pernyataan yang dirilis oleh tim. Mereka menambahkan bahwa pencatutan nama kelompok mahasiswa adalah tindakan yang dapat merusak citra organisasi serta menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.

Pihak Tim Konsolidasi juga mengimbau masyarakat, khususnya kalangan pelajar dan mahasiswa, untuk lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama ketika pesan tersebut mengatasnamakan kelompok atau organisasi tertentu. Menurut mereka, setiap ajakan atau aktivitas resmi selalu diumumkan melalui saluran komunikasi yang jelas dan bisa diverifikasi—bukan melalui pesan tak bertuan yang tiba-tiba muncul di ruang digital.

Pembantahan ini menjadi pengingat penting bahwa hoaks dapat dengan mudah memicu keresahan apabila tidak segera diluruskan. Tim Konsolidasi berharap klarifikasi ini bisa meredam penyebaran informasi keliru, menjaga ketenangan lingkungan Nabire, serta mencegah masyarakat terseret dalam narasi palsu yang berpotensi memecah persatuan.

Dengan pernyataan terbuka ini, mereka menegaskan komitmen untuk menjaga ruang informasi tetap sehat dan mendorong masyarakat Papua Tengah agar tetap waspada, kritis, dan selalu memeriksa kebenaran setiap pesan sebelum mempercayainya atau meneruskannya kepada orang lain.

banner 325x300